nnur

Hamba Allah.Istri.Anak.Ibu.Dosen.Pengelola OAI UII

Archive for December, 2008

Desember ini adalah bulan spesial bagi saya. Mengapa? Telah genap satu tahun saya berstatus sebagai semi single-parent. Artinya? Ya, qodarullah, alhamdulillahi 'ala kulli hal, saya dan suami tinggal berlainan kota. Selain itu, setahun lalu, saya memutuskan untuk tidak memakai jasa nanny/pembantu lagi. Mungkin terdengar berlebihan, tapi tentu setiap orang akan maklum bahwa seringkali azzam (tekad) bisa mengalahkan apapun. Cita-cita saya cuma satu: menjadi ibu terbaik untuk anak saya. Saya terobsesi dengan ibu-ibu zaman dahulu; mengurus rumah dan anak dengan tangannya sendiri, dan terbukti mereka mampu; jadi, mengapa saya tidak mencoba, toh bekerja di luar rumah juga tidak full seharian?!

Ketika hamil, saya terinspirasi dengan buku mungil berjudul "Memahami bahasa bayi". Satu nasihat berharga yang saya ingat sampai sekarang adalah: "Ketika memiliki bayi, jangan pernah berpikir menjadi super woman: mengurus bayi+mencuci+mengurus rumah+memasak+++ dengan sikap perfeksionis. Seorang ibu juga tidak perlu malu untuk meminta bantuan orang lain jika sewaktu-waktu memang dibutuhkan." Dan setelah lahirnya anak pertama, saya kian menyadari bahwa terkadang kita memang memiliki keterbatasan waktu+tenaga+pikiran...Mengurus rumah termasuk pekerjaan berdurasi 24 jam (alias ga pernah selesai tuntas), dan sangat mustahil jika kita menggendong bayi sambil bersih-bersih, sambil ini itu. Kita perlu mempelajari satu hal: skala prioritas. Dan apakah yang menjadi prioritas utama bagi wanita yang baru punya bayi? Ya, betul: anak adalah nomor dua (nomor satu: Allah ๐Ÿ™‚
(more…)

Ketika musibah tak bisa dihindari

#1
Dalam semester ini, terdapat setidaknya lima mahasiswa saya yang terkena musibah kecelakaan sepeda motor (ditabrak atau menabrak). Dua orang dari kelas kuliah reguler sehingga salah satunya terpaksa tidak masuk kuliah selama 4 minggu. Sedangkan tiga orang lagi adalah mahasiswa bimbingan KP saya, sehingga tugas KP mereka terpaksa baru selesai ketika mendekati hari H deadline. Saya sampaikan ke mereka untuk bersabar, karena musibah sakit akan mengurangi dosa-dosa kita. Apalagi jika kita sabar, insya'Allah dosa-dosa akan makin berkurang lagi. Saya agak lupa dalilnya. Ada yang mau bantu?

Dari sisi psikologi (dari yang saya baca-baca), para ahli kejiawaan biasanya mengatakan: hadapilah musibah dengan berpikiran positif, agar tidak terlalu sakit (baik fisik maupun mental). Boleh juga sisi pandang ini dijadikan penghibur, tapi selayaknyalah setiap muslim TERLEBIH DULU harus berorientasi akhirat: ujian berupa musibah akan mengurangi dosa. Begitu indah ya...sampai-sampai Rasulullah bersabda, "Sungguh indah perkara orang-orang muโ€™min itu, terdapat kebaikan baginya dalam segala hal dan ini hanya untuk orang-orang muโ€™min. Apabila ia mendapat nikmat, maka ia bersyukur kepada Allah dan hal itu baik untuknya. Bila ia mendapat musibah, maka ia bersabar dan hal itu lebih baik baginya." (HR Muslim)

#2
Tiga hari ini, saya mendapat musibah berupa sakit flu; dan seperti yang kita tahu, flu tidak hanya menyebabkan hidung mampet atau batuk, tapi juga menyebabkan sakit kepala. Hal terakhir inilah yang lebih menganggu dalam beraktivitas; sehingga beberapa jadwal kegiatan perlu saya tunda. Sekali-kali istirahatlah ๐Ÿ™‚ Kata banyak dokter, flu disebabkan oleh virus; tidak ada obatnya, karena ntar juga sembuh sendiri jika daya tahan tubuh kita membaik. Jadi, sakit adalah sebuah sinyal bahwa tubuh kita perlu istirahat. Dosa bisa berkurang (insya'Allah) plus take a rest for a while ๐Ÿ™‚

Flu juga membuat daya konsentrasi saya berkurang. Dan dari yang pernah saya baca (saya lupa dimana), salah satu tips untuk menjaga agar otak kita tetap sehat dan kemampuan otak tidak menurun adalah tidak memforsir otak ketika kita sedang sakit. Saya belum tahu penjelasan medisnya, tetapi logika saya membenarkan hal tersebut: ketika tubuh sakit, otak juga ikut prihatin. Jika otak dipaksa bekerja, ya kemampuan otak lambat-laun akan berkurang. Biarlah syaraf-syarafnya ikutan rehat juga ๐Ÿ™‚

(more…)

Yuk, berlatih jujur!

#1
Sewaktu SMU, saya mempunyai salah satu guru favorit. Bu Ery namanya. Beliau mengajar Biologi di kelas 2 (sekarang disebut kelas XI). Selain karena expert (mampu menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan seputar materi pelajaran), beliau juga termasuk guru yang cukup tegas dalam bersikap. Saya masih ingat betul ketika Bu Ery berbagi cerita, "Saya pernah menjadi pengawas di ruang ujian, yang di dalamnya terdapat seorang siswa bertindak mencurigakan. Ketika saya memergoki dia membaca buku contekan dan akan menyalinnya ke lembar jawaban, bukunya langsung saya ambil. Si siswa protes karena dia merasa tidak pernah menyontek. Tetapi, bukankah sikap siswa tsb menunjukkan bahwa ia sebenarnya SUDAH PUNYA NIAT hendak menyontek? Jika tidak kepergok, tentu niatnya untuk menyontek akan kesampaian."

>> Manusia memang bisa saja berkelit, mencari 1001 alasan untuk membela diri.

#2
Beberapa semester terakhir, di setiap pertemuan perdana perkuliahan, saya selalu menyampaikan tentang tata cara saya memberi penilaian terhadap kinerja mahasiswa. Salah satunya adalah penghargaan terhadap proses (lewat partisipasi di kelas), dan salah duanya berupa ancaman pemberian nilai E jika ada mahasiswa yang mencoba berbuat curang ketika ujian, baik UTS maupun UAS. Ancaman tersebut biasanya saya ulangi lagi ketika hendak ujian. Tetapi qodarullah, ternyata masih ada juga mahasiswa bandel yang mencoba peruntungan dengan ancaman tersebut.

(more…)

  • 1 Comment
  • Filed under: Ad-Dien, Learning
  • Alhamdulillah, insya'Allah Teknik Informatika akan menyelenggarakan acara bertajuk "Oracle Zone".

    Intinya adalah presentasi ilmiah dari database vendor (PT Oracle) yang dikemas dengan:
    + demo Oracle 11g
    + nonton film Oracle
    + bonus 100 kaos untuk 100 pendaftar pertama
    + full doorprize

    Acara akan bertempat di Auditorium FTI UII pada hari Selasa, 16 Desember 2008.
    Mohon doanya semoga sukses! Amin...

    *** behind the scene ***
    pamphlet designer: Wigusta Adri (Inf '06, member of VARC: Visual Art Community)
    technical support: HM personnel + Mb Eni (OWDP staff)

    Terimakasih banyak. Jazaakumullahu khoir...

  • 2 Comments
  • Filed under: Learning, Paint