nnur

Hamba Allah.Istri.Anak.Ibu.Dosen.Pengelola OAI UII

Archive for November, 2008

#1
Dulu, ketika masih awam, saya menyangka bahwa makan sederhana, berpakaian ala kadarnya, bepergian dengan jalan kaki dsb adalah contoh-contoh bersikap zuhud. Kala itu saya sempat berpikir bahwa zuhud identik dengan tidak berharta sehingga ujung-ujungnya saya mengira bahwa miskin itu bagus dalam Islam (implikasi if-then dalam logika matematika).

Waktu berlalu dan saya mendengar ada hadits bahwasanya Rasulullah sholallahu 'alaihi wa salam bersabda, " Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah dalam setiap amal kebaikan " (HR Muslim dalam Kitab al-Qadar). Kuat secara fisik, mental, harta, dsb. Saya kemudian menyadari bahwa status kaya bukanlah hal yang harus dihindari. Justru karena itulah, orang kaya bisa memberi shodaqoh yang jauh lebih banyak daripada orang yang belum kaya. Bahkan dalam sebuah atsar (kisah sahabat), saya pernah membaca bahwasanya ada salah seorang sahabat Rasulullah sholallahu 'alaihi wa salam, ketika kebunnya panen, ia membagi hasil panennya menjadi tiga bagian sama rata: sepertiga dimakan sendiri (Konsumsi), sepertiga disimpan untuk musim tanam berikutnya (Tabungan), dan sepertiga sisanya untuk Shodaqoh. Rumus pengeluaran ideal (=K+T+S) inilah yang berbeda dari rumus pengeluaran konvensional yang biasa kita jumpai, yakni (=K+T) atau (=K+T+H) dengan H = bayar hutang/kredit.

Jadi, apa arti sebenarnya dari zuhud?

(more…)

Kemarin, saya meluangkan waktu 1 jam penuh untuk melihat-lihat stok laptop di sebuah toko besar di Jogja. Saya sudah punya kriteria khusus agar tidak tergoda dengan tawaran lain: layar 12 inchi, RAM 1-2 GB, dan slim weight dengan budget X juta (plafon jurusan). Saya datang dengan mengincar Lenovo ThinkPad. But qodarullah, si sales mengatakan bahwa stok tersebut kosong di Indonesia. Meski incaran saya tersebut masuk plafon, tapi karena dolar sudah menembus Rp12.000 (jatuhnya 4 juta lebih mahal), maka saya pun ditawari laptop2 lain agar ga melampaui budget. Ada Sony Vaio seri SR, Fujitsu seri S, Toshiba seri Portege, dsb. Saya pun memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan melihat-lihat tampilan fisik (chassis, keyboard) dan membandingkan spek. Sayang sekali, di ujung pencarian, tidak ada stok laptop yang memenuhi empat kriteria yang saya patok. Saya pun pamit pulang; mau mikir-mikir lagi di rumah.

Sebenarnya saat ini jurusan memfasilitasi saya dengan laptop keren: Portege seri A200. Meski ini lungsuran dari dosen senior (jadi bukan laptop baru), tapi kualitasnya sangat OK. Laptop ini sudah berchassis putih, layar 12 inchi, RAM 1 GB, slim weight, dan keyboard cukup stylish, pas dengan saya:) Laptop tersebut keluaran 2006, dan saya menerimanya dalam keadaan bagus: baterai masih kuat standby 3 jam dan semua preipheral berjalan normal.

(more…)

  • 1 Comment
  • Filed under: Problem-Solving